Air Quality Monitoring System

Table of Contents

Apa itu Air Quality Monitoring Systems (AQMS)?

AQMS Air Quality Monitoring System

alatuji.co.id-Air Quality Monitoring Systems (AQMS) adalah sebuah sistem pemantauan kualitas udara yang dirancang untuk mengukur dan menganalisis tingkat pencemaran udara secara real-time dan berkelanjutan.

Sistem ini menggunakan kombinasi sensor presisi, unit pengambilan sampel, serta kalibrasi otomatis (dynamic calibrator dan zero-gas generator).

Selain itu, dilengkapi juga dengan perangkat pengolahan data untuk mendeteksi berbagai parameter polutan utama di udara.

Beberapa polutan yang dapat dipantau melalui AQMS antara lain SO₂ (sulfur dioksida), NOx (nitrogen oksida), CO (karbon monoksida), O₃ (ozon), serta partikel debu halus.

Selain itu, AQMS juga mampu mengukur faktor meteorologis seperti suhu, kelembapan, dan tekanan udara untuk memberikan gambaran lebih  tentang kondisi lingkungan.

Fungsi Air Quality Monitoring Systems

 

Pemantauan Kualitas Udara Secara Real-Time

AQMS berfungsi mengukur konsentrasi polutan udara seperti SO₂, NOx, CO, O₃, PM2.5, dan PM10 secara langsung dan berkelanjutan. Data yang diperoleh memungkinkan perusahaan mengetahui kondisi kualitas udara setiap saat.

Deteksi Dini Pencemaran Udara

AQMS dilengkapi alarm otomatis jika tingkat polutan terdeteksi melebihi batas aman. Fitur ini memungkinkan pihak industri bertindak cepat melakukan koreksi guna mencegah risiko besar terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Mendukung Kepatuhan Regulasi Lingkungan

AQMS memastikan perusahaan mematuhi standar emisi yang ditetapkan pemerintah. Data pemantauan dapat dilaporkan langsung ke otoritas lingkungan seperti KLHK untuk mendukung program Sparing.

Analisis Data untuk Efisiensi Operasional

Informasi dari AQMS bisa digunakan untuk mengevaluasi proses produksi, mengurangi penggunaan bahan bakar berlebih, menekan biaya operasional, sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Meningkatkan Reputasi dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Dengan transparansi data kualitas udara, perusahaan dapat membangun citra sebagai pelaku industri yang peduli lingkungan, sehingga meningkatkan kepercayaan publik dan mitra bisnis.

Penerapan AQMS di Sektor Industri

AQMS for Industries

 

1. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)

PLTU berbahan bakar batu bara merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar, terutama sulfur dioksida (SO₂), nitrogen oksida (NOx), karbon monoksida (CO), dan partikulat (PM2.5, PM10). Dengan AQMS, perusahaan dapat memantau kualitas udara di sekitar area pembangkit secara real-time, memastikan emisi yang dilepaskan ke atmosfer tetap dalam batas yang diizinkan.

2. Industri Semen

Proses produksi semen menghasilkan debu dan gas buang dalam jumlah signifikan. Penerapan AQMS membantu memantau konsentrasi debu dan polutan udara lainnya, sehingga perusahaan dapat mengendalikan dampak lingkungan dan mematuhi ketentuan regulasi yang ada.

3. Industri Baja dan Metalurgi

Pabrik baja dan industri pengolahan logam sering menghasilkan emisi NOx, SO₂, serta partikulat halus. AQMS memungkinkan perusahaan mengenali peningkatan kadar polusi lebih awal, sehingga langkah korektif dapat segera dilakukan demi menjaga kualitas udara di area sekitar fasilitas industri.

4. Industri Kimia dan Pupuk

Proses kimia berpotensi menghasilkan gas berbahaya seperti amonia (NH₃), sulfur dioksida (SO₂), hingga senyawa organik volatil (VOC). AQMS memungkinkan pemantauan berkelanjutan terhadap parameter tersebut, sehingga risiko pencemaran dapat diminimalisasi.

5. Pengelolaan Limbah & Insinerasi

Fasilitas insinerasi limbah padat sering menghasilkan emisi berbahaya. Dengan AQMS, kualitas udara di sekitar lokasi insinerasi dapat dipantau secara transparan, mengamankan kebersihan di lingkungan masyarakat di sekitar pabrik dan regulator terhadap operasional perusahaan.

Komponen Utama Air Quality Monitoring System

Komponen AQMS Air Quality Monitoring System

 

Air Quality Monitoring Systems tidak hanya terdiri dari satu alat, melainkan merupakan gabungan dari beberapa modul penting yang saling melengkapi.

Gas Calibration (Kalibrasi Gas)

Akurasi pengukuran AQMS sangat bergantung pada proses kalibrasi. Oleh karena itu, sistem dilengkapi dengan dua perangkat utama:

Zero Air Generator

Fungsi utama alat ini adalah menyediakan udara segar tanpa kandungan polutan berbahaya. Udara ini digunakan sebagai acuan dasar dalam proses kalibrasi sehingga sensor dapat membedakan antara kondisi “nol polutan” dan kondisi sebenarnya di lapangan.

Dynamic Dilution Calibrator

Merupakan alat kalibrasi gas presisi tinggi yang menggunakan dua mass flow controllers untuk melakukan kalibrasi nol dan span pada sensor kualitas udara, dengan dukungan hingga empat sumber gas standar.

Gas Analysis (Analisis Gas)

Bagian analisis gas adalah inti dari AQMS yang bertugas mendeteksi berbagai polutan gas di udara. Beberapa modul penting di antaranya:

Ozone Analyzer: Alat ini mampu mengukur konsentrasi ozon (O₃) di atmosfer.

Carbon Monoxide Analyzer: Berfungsi untuk mendeteksi kadar karbon monoksida (CO) yang berbahaya bagi kesehatan.

Sulfur Dioxide Analyzer: Menggunakan sulfur dioxide analyzer membaca sulfur dioksida (SO₂) yang merupakan gas utama hasil pembakaran batu bara dan bahan bakar.

Nitrogen Oxides Analyzer: memantau kadar nitrogen oksida (NOx), salah satu penyebab utama kabut asap dan hujan asam.

Particulate Monitor (Pengukuran Partikulat)

Selain gas, kualitas udara juga sangat dipengaruhi oleh partikel halus yang melayang di atmosfer. AQMS dilengkapi dengan BPM-Beta Particulate Monitor yang berguna untuk mengukur konsentrasi partikel berdiameter mikron dan mendeteksinya. Jenis ini sangat berbahaya karena dapat masuk hingga ke saluran pernapasan bawah manusia.

Butuh Konsultasi Air Quality Monitoring System? Tim Kami Siap Membantu:

Whatsapp : 0813-1066-1358 (Mrs. Eki)

Email : sales@taharica.com

Kunjungi Website Kami Lainnya: rajaloadcell.com