Suhu ruangan server yang ideal adalah 20-24°C dengan kisaran aman 18-27°C menurut standar ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineers). Kelembaban relatif harus dijaga di 40-60% untuk performa optimal dan keamanan perangkat.
Mengapa Angka Ini Menjadi Standar?

Standar suhu 20-24°C bukan angka sembarangan. Ini hasil penelitian mendalam tentang kondisi optimal untuk perangkat elektronik bekerja efisien tanpa risiko overheating. Pada suhu ini, komponen server dapat beroperasi dengan performa maksimal sambil meminimalkan stres termal yang mempercepat keausan.
Terlalu Dingin (di bawah 18°C):
- Boros energi untuk pendinginan berlebihan
- Potensi kondensasi yang berbahaya bagi elektronik
- Biaya operasional membengkak tanpa manfaat signifikan
Terlalu Panas (di atas 27°C):
- Risiko overheating dan hardware failure meningkat drastis
- Performa server menurun karena thermal throttling
- Umur komponen berkurang hingga 50%
- Potensi downtime yang merugikan
Perbedaan Suhu Intake dan Exhaust

Penting dipahami bahwa ada perbedaan antara suhu ruangan dengan suhu di sekitar server:
Suhu Intake (Udara Masuk): Harus dijaga di kisaran 20-24°C. Ini adalah udara yang masuk ke depan server melalui kipas hisap.
Suhu Exhaust (Udara Keluar): Bisa mencapai 35-40°C atau lebih. Ini adalah udara panas yang dibuang dari belakang server setelah mendinginkan komponen internal.
Perbedaan suhu antara intake dan exhaust yang sehat adalah sekitar 10-15°C. Jika selisihnya lebih besar, bisa jadi ada masalah dengan sistem pendinginan server atau sirkulasi udara ruangan.
Standar untuk Berbagai Kelas Data Center
ASHRAE membagi data center ke dalam beberapa kelas dengan toleransi suhu berbeda:
Kelas A1 (Enterprise Server): 15-32°C (recommended 18-27°C) Untuk aplikasi mission-critical yang tidak boleh down.
Kelas A2-A4: Toleransi lebih luas hingga 5-45°C Untuk aplikasi yang bisa mentoleransi sesekali di luar range ideal.
Untuk ruang server korporat umumnya menggunakan standar Kelas A1 dengan target operasional 20-24°C.
Faktor yang Mempengaruhi Suhu Ruangan Server
Beban Komputasi
Server dengan utilisasi tinggi (80-100%) menghasilkan panas lebih banyak. Ruangan dengan banyak server berkinerja tinggi memerlukan kapasitas pendinginan lebih besar.
Densitas Rak
Semakin rapat server dalam satu rak, semakin tinggi heat density. Rak dengan 20-30 server memerlukan strategi pendinginan berbeda dibanding rak dengan 5-10 server.
Konfigurasi Ruangan
Penerapan lorong panas-dingin (hot aisle-cold aisle) sangat mempengaruhi distribusi suhu. Ruangan dengan containment yang baik bisa menjaga suhu lebih stabil dengan energi lebih efisien.
Iklim Eksternal
Di Indonesia dengan iklim tropis, sistem pendinginan harus bekerja lebih keras dibanding negara beriklim sedang. Suhu ambient luar yang tinggi (30-35°C) memerlukan kapasitas AC lebih besar.
Cara Memastikan Suhu Tetap Ideal
1. Pasang Sensor Suhu di Berbagai Titik Jangan hanya mengandalkan satu sensor. Pasang di bagian atas, tengah, dan bawah rak karena suhu bisa bervariasi secara vertikal.
2. Monitoring 24/7 Gunakan sistem pemantauan otomatis yang memberikan alert jika suhu keluar dari range ideal. Deteksi dini mencegah masalah serius.
3. Maintenance Rutin Filter AC kotor mengurangi efisiensi pendinginan hingga 30%. Jadwalkan pembersihan minimal setiap bulan.
4. Airflow Management Tutup celah di rak kosong dengan blanking panel. Kabel yang rapi tidak menghalangi aliran udara. Ini bisa meningkatkan efisiensi pendinginan hingga 25%.
Kesimpulan
Standar suhu ruangan server yang ideal adalah 20-24°C dengan kelembaban 40-60%. Angka ini bukan sekadar rekomendasi, tapi hasil standarisasi industri yang terbukti optimal untuk reliability, performa, dan efisiensi energi. Menjaga suhu dalam kisaran ini adalah investasi untuk mencegah downtime dan memperpanjang umur perangkat server Anda.
Butuh solusi monitoring suhu ruangan server yang akurat dan real-time?
Kunjungi alatuji.co.id untuk konsultasi sistem pemantauan profesional!
| Baca juga: artikel kami tentang “Sistem Kontrol Suhu Ruangan Server yang Efisien dan Hemat Energi“ |
Terhubung Lebih Dekat dengan Alatuji di Media Sosial
- Instagram: @alatujiindonesia
- Facebook: Jual Alat Uji
- Medium: @sosmedalatuji
- LinkedIn: Alat Uji Indonesia