Table of Contents

Berapa Biaya Listrik Maintain Suhu Server Room 20-24°C per Bulan?

Biaya listrik maintain suhu server 20-24°C per bulan bervariasi antara Rp 3-10 juta tergantung ukuran ruangan, jumlah server, dan efisiensi sistem pendinginan. Angka ini bisa mencapai 40-50% dari total biaya operasional ruang server Anda. Yuk kita breakdown detailnya!

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Listrik Suhu Server Room

suhu server room

Sebelum kita masuk ke angka spesifik, penting untuk memahami apa saja yang bikin tagihan listrik untuk maintain suhu server bisa membengkak atau justru hemat.

1. Kapasitas Sistem Pendinginan

Ukuran AC atau precision cooling unit adalah faktor terbesar. Untuk ruang server kecil (20-30m²) dengan 5-10 rack, Anda butuh AC sekitar 5-7 PK. Konsumsi listriknya bisa 4-6 kW per jam. Kalau jalan 24/7, berarti 2,880-4,320 kWh per bulan.

Perhitungan sederhana:

  • AC 5 PK = 4 kW
  • Running 24/7 = 4 kW x 24 jam x 30 hari = 2,880 kWh
  • Tarif industri Rp 1,500/kWh = Rp 4,32 juta/bulan

2. Heat Load dari Server

Semakin banyak server dan semakin tinggi utilisasinya, semakin banyak panas yang dihasilkan. Server dengan CPU utilization 80-100% menghasilkan panas jauh lebih banyak dibanding yang idle di 20-30%. Artinya, AC harus kerja lebih keras.

Setiap 1 kW beban IT butuh sekitar 0.5-0.7 kW untuk pendinginan pada sistem yang efisien. Jadi kalau total server load Anda 10 kW, prepare tambahan 5-7 kW untuk cooling.

3. Efisiensi Sistem (PUE)

Power Usage Effectiveness (PUE) adalah metrik penting. PUE = Total Facility Power / IT Equipment Power. Data center modern target PUE 1.5 atau lebih rendah.

Contoh:

  • IT Load: 10 kW
  • PUE: 2.0 (kurang efisien)
  • Total power: 10 kW x 2.0 = 20 kW
  • Cooling power: 10 kW (50% dari total!)

Dengan PUE 1.5 yang lebih baik:

  • Total power: 10 kW x 1.5 = 15 kW
  • Cooling power: 5 kW (saving 5 kW!)

4. Isolasi dan Airflow Management

Ruangan dengan isolasi buruk memaksa AC bekerja ekstra. Heat loss melalui dinding, plafon, atau paparan sinar matahari bisa menambah 20-30% beban cooling. Implementasi hot-cold aisle yang proper bisa mengurangi kebutuhan cooling hingga 30%.

Estimasi Biaya Listrik Maintain Suhu Server Room Berdasarkan Skala

suhu server room

Small Server Room (5-10 Rack)

Spesifikasi:

  • IT Load: 5-10 kW
  • Cooling: 3-5 kW (dengan PUE 1.6)
  • Total power: 8-15 kW

Biaya per bulan:

  • Konsumsi: 5,760-10,800 kWh
  • Tarif Rp 1,500/kWh
  • Total: Rp 8.6 – 16.2 juta
  • Cooling portion: Rp 3.2 – 5.4 juta

Medium Data Center (20-50 Rack)

Spesifikasi:

  • IT Load: 20-50 kW
  • Cooling: 10-25 kW (dengan PUE 1.5)
  • Total power: 30-75 kW

Biaya per bulan:

  • Konsumsi: 21,600-54,000 kWh
  • Tarif industri Rp 1,400/kWh
  • Total: Rp 30 – 75 juta
  • Cooling portion: Rp 10 – 25 juta

Enterprise Data Center (100+ Rack)

Spesifikasi:

  • IT Load: 100+ kW
  • Cooling: 40-60 kW (dengan PUE 1.4)
  • Total power: 140-160 kW

Biaya per bulan:

  • Konsumsi: 100,800-115,200 kWh
  • Tarif khusus Rp 1,300/kWh
  • Total: Rp 130 – 150 juta
  • Cooling portion: Rp 37 – 56 juta

Tips Menghemat Biaya Listrik Maintain Suhu Server Room

1. Naikkan Set Point Suhu (Dalam Batas Aman)

Setiap 1°C kenaikan bisa hemat 4-5% biaya cooling. Daripada maintain di 20°C, coba 22-23°C. Masih dalam range ASHRAE dan bisa saving signifikan.

Contoh:

  • Current: 20°C, biaya Rp 10 juta/bulan
  • Adjust ke 23°C: Hemat 12-15%
  • Saving: Rp 1.2 – 1.5 juta/bulan

2. Implementasi Hot-Cold Aisle Containment

Investment sekali di containment bisa reduce cooling load 20-30%. ROI biasanya tercapai dalam 12-18 bulan.

3. Gunakan Inverter AC atau Precision Cooling

Teknologi inverter adjust kapasitas sesuai kebutuhan, tidak on-off terus. Bisa hemat 30-40% dibanding AC konvensional.

4. Maintenance Rutin

Filter AC kotor mengurangi efisiensi 15-30%. Cleaning rutin setiap bulan bisa maintain efisiensi optimal.

5. Free Cooling atau Economizer

Di malam hari atau musim hujan saat suhu outdoor rendah, gunakan outside air untuk pre-cooling. Bisa hemat hingga 60% saat kondisi memungkinkan.

6. Virtualisasi dan Consolidation

Kurangi jumlah physical server dengan virtualisasi. Semakin sedikit hardware yang running, semakin rendah heat load dan biaya cooling.

Monitoring untuk Kontrol Biaya

Install energy monitoring system untuk track konsumsi listrik real-time. Dengan data akurat, Anda bisa:

  1. Identify peak consumption periods
  2. Detect inefficiency atau anomaly
  3. Mengukur dampak dari upaya optimasi
  4. Plan capacity dengan lebih baik

Data logger suhu dan power meter yang terintegrasi memberikan insight berharga untuk decision making.

Baca juga: artikel kami tentang Memahami Data Center Monitoring dan Manfaatnya bagi Bisnis

Kesimpulan

Biaya listrik maintain suhu server 20-24°C per bulan sangat bervariasi, dari Rp 3 juta untuk small setup hingga puluhan juta untuk enterprise scale. Porsi cooling bisa mencapai 40-50% dari total konsumsi.

Key takeaway: Investasi di efisiensi cooling (containment, inverter AC, proper maintenance) bukan expense, tapi investment yang ROI-nya jelas. Setiap 1°C adjustment atau 10% improvement di PUE bisa translate ke jutaan rupiah savings per tahun.

Monitor, measure, dan optimize terus. Biaya listrik yang terkontrol adalah competitive advantage untuk operasional data center yang sustainable.

Butuh solusi monitoring untuk track konsumsi energi dan suhu server secara real-time?
Kunjungi alatuji.co.id untuk sistem monitoring yang bisa membantu optimasi biaya operasional Anda!

Terhubung Lebih Dekat dengan Alatuji di Media Sosial

Tetap update dengan berita terbaru, produk unggulan, dan tips pengujian material bersama Alatuji. Dapatkan wawasan langsung dari tim teknis kami melalui berbagai kanal media sosial resmi:
Ikuti kami untuk mengetahui inovasi terbaru di bidang alat ukur, panduan penggunaan, serta studi kasus menarik dari berbagai sektor industri di Indonesia.
Dengan bergabung di komunitas Alatuji, Anda tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga inspirasi dalam mengembangkan sistem pengujian yang lebih akurat dan efisien.