Table of Contents

Jenis-Jenis UTM: Panduan Lengkap Universal Testing Machine dan Fungsinya

Dalam dunia rekayasa material dan pengujian mekanik, Universal Testing Machine (UTM) adalah alat yang tak tergantikan. Mesin ini tidak hanya menawarkan fleksibilitas dalam pengujian tarik dan tekan, tetapi juga menjawab kebutuhan industri modern yang menuntut presisi tinggi dan akurasi mutlak. Artikel ini akan mengupas tuntas jenis-jenis UTM, mulai dari klasifikasinya berdasarkan sistem penggerak hingga penerapannya dalam berbagai sektor industri.

Pengertian Universal Testing Machine (UTM)

Universal Testing Machine, atau sering disebut UTM, adalah perangkat laboratorium yang digunakan untuk menguji kekuatan mekanik suatu material—baik itu tarik (tensile), tekan (compression), lentur (bending), hingga geser (shear). UTM bekerja dengan memberikan beban pada spesimen uji hingga titik kegagalan untuk mengukur respons material terhadap gaya yang diterapkan.

UTM terdiri dari beberapa komponen utama: frame pengujian (single/dual column), sistem aktuator, sensor beban (load cell), extensometer, dan sistem kontrol digital. Mesin ini lazim digunakan dalam penelitian material, quality control pabrik, serta validasi desain komponen di sektor industri.

baca selengkapnya https://alatuji.co.id/apa-itu-universal-testing-machine-fungsi-komponen-dan-cara-kerjanya/

Klasifikasi UTM Berdasarkan Sistem Penggerak

KPengelompokan utama dalam jenis-jenis UTM ditentukan berdasarkan sistem yang digunakan untuk menggerakkan beban selama proses pengujian. Ada dua kategori dominan:

1. UTM Hidrolik

UTM hidrolik menggunakan fluida bertekanan tinggi untuk menghasilkan gaya. Mesin ini mampu menghasilkan beban uji yang sangat besar, menjadikannya ideal untuk pengujian pada material berat seperti baja struktural atau komponen mesin industri besar. Namun, mesin ini memerlukan pemeliharaan rutin, kalibrasi fluida, dan biasanya tidak sepresisi versi elektromekanis dalam beban rendah.

2. UTM Elektromekanis

Ditenagai oleh motor servo dan mekanisme ball screw, jenis UTM ini menawarkan fleksibilitas tinggi, efisiensi energi, serta presisi optimal untuk pengujian beban rendah hingga sedang. UTM elektromekanis sangat cocok untuk laboratorium pengujian produk konsumen, biomaterial, dan komponen otomotif. Kontrol digital dan otomatisasi uji menjadi fitur unggulannya.

Jenis-Jenis UTM Berdasarkan Jenis Pengujian

Berikut adalah jenis UTM berdasarkan fungsi pengujian utama yang bisa dilakukan. Biasanya, satu UTM dapat dilengkapi dengan berbagai aksesori untuk berbagai jenis pengujian.

Jenis Pengujian Deskripsi Singkat
Tarik (Tensile) Mengukur gaya maksimum hingga material mengalami necking dan patah.
Tekan (Compression) Menentukan kekuatan tekan dan deformasi terhadap tekanan axial.
Lentur (Flexural) Umumnya menggunakan metode three-point atau four-point bending.
Sobek (Tear) Digunakan untuk material elastomer dan tekstil.
Kekuatan Geser (Shear) bertujuan untuk mengukur kemampuan suatu material dalam menahan gaya yang bekerja paralel terhadap bidang permukaannya.

Setiap metode pengujian ini memerlukan grip dan fixture khusus agar hasilnya valid secara teknis dan sesuai standar internasional seperti ASTM, ISO, JIS, dan sebagainya.

Jenis UTM Berdasarkan Mode Operasi dan Kapasitas

1. Berdasarkan Mode Operasi

  • UTM Manual / Analog
    Sudah jarang digunakan karena keterbatasan akurasi dan pencatatan data secara manual.
  • UTM Digital / Komputerisasi
    Mendominasi pasar saat ini. Dilengkapi dengan software analisis, sensor beban digital, serta antarmuka pengguna yang intuitif untuk pengolahan data real-time.

2. Berdasarkan Kapasitas Mesin

  • Single Column UTM
    Kompak, ringan, dan digunakan untuk pengujian ringan seperti plastik, karet, dan kertas.
  • Dual Column UTM
    Memiliki kapasitas besar, struktur yang stabil, dan digunakan untuk pengujian logam, beton, dan komponen mekanik besar.

Pemilihan mode dan kapasitas sangat dipengaruhi oleh spesifikasi teknis material, jenis pengujian, serta volume uji yang dilakukan secara periodik.

baca juga https://taharica.co.id/manfaat-dalam-menggunakan-utm/

Aplikasi dan Fungsi Masing-Masing Jenis UTM

Setiap jenis UTM memiliki peran krusial di sektor-sektor industri dengan tuntutan yang sangat spesifik:

  • Industri Konstruksi
    Menguji kekuatan tekan beton, baja tulangan, dan sambungan las untuk memastikan keamanan struktur.
  • Industri Otomotif dan Dirgantara
    Menguji ketahanan komponen seperti sasis, suspensi, hingga bagian interior untuk menjamin keselamatan kendaraan.
  • Industri Medis
    Validasi kekuatan implan ortopedi, prostetik, dan material biokompatibel seperti polimer medis.
  • Industri Tekstil dan Karet
    Memastikan elastisitas, kekuatan tarik, dan ketahanan sobek sesuai standar mutu internasional.
  • Penelitian dan Akademik
    Universal Testing Machine telah menjadi perangkat utama dalam riset pengembangan material mutakhir, seperti komposit, biomaterial, hingga struktur berskala nano.

Penutup

Memahami jenis-jenis UTM bukan sekadar pengetahuan teknis, tetapi investasi strategis dalam menjamin kualitas, keamanan, dan efisiensi produk. Dengan memilih jenis UTM yang tepat berdasarkan sistem penggerak, jenis pengujian, mode operasi, dan aplikasinya, sebuah laboratorium atau lini produksi dapat meningkatkan presisi serta akurasi dalam setiap tahapan pengujian.

UTM bukan hanya alat uji—ia adalah fondasi dari jaminan mutu. Maka, pahami jenisnya, maksimalkan fungsinya, dan jadikan hasilnya sebagai keputusan berbasis data yang akurat.