Air adalah kebutuhan dasar bagi manusia dan organisme lain. Manusia membutuhkan air seperti air minum,
mandi, cuci, pertanian, sanitasi, dan transportasi. Selain itu, manusia juga menggunakan air untuk mendukung
kegiatan industri dan teknologi. Air juga sangat penting sebagai habitat bagi organisme yang hidup di perairan
seperti ikan, rumput laut, udang, dan lainnya. Masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air termasuk
jumlah air yang tidak mampu memenuhi peningkatan kebutuhan dan penurunan kualitas air. Menurunnya
kualitas air disebabkan oleh polusi.

Polusi air adalah pencemaran air karena masuknya zat asing dalam jumlah yang melebihi daya dukung air. Salah satu zat yang menyebabkan polusi adalah logam berat. Beberapa logam berat dapat menyebabkan kerusakan hati, insang, dan bahkan dapat menyebabkan kematian pada ikan.

Polusi air dapat disebabkan oleh dua jenis polutan, seperti bahan yang menyebabkan eutrofikasi
dan bahan beracun yang menyebabkan kerusakan pada organisme air. Logam berat adalah bahan
beracun yang dapat menyebabkan kerusakan pada organisme akuatik. Sumber pencemaran logam
sebagian besar berasal dari pertambangan, peleburan logam, industri lainnya, dan juga dapat berasal dari
limbah domestik yang menggunakan logam, serta lahan pertanian yang menggunakan pupuk yang
mengandung logam (Lestari dan Trihadiningrum, 2019).

Logam berat biasanya ditemukan sangat sedikit dalam air secara alami yang kurang dari 1 µg.
Tingkat konsentrasi logam dalam air dibagi sesuai dengan tingkat polusi, seperti polusi berat, polusi
sedang, dan non-polusi. Air yang mengalami polusi berat biasanya memiliki kandungan logam berat
yang tinggi di dalam air dan organisme yang hidup di dalamnya. Pada tingkat polusi sedang, kandungan
logam berat dalam air dan organisme dalam air berada dalam batas marginal. Adapun pada tingkat nonpolusi, kandungan logam berat dalam air dan organisme sangat rendah dan bahkan tidak terdeteksi.

Logam Berat jika dilihat dari Mikroskop

Logam berat adalah salah satu polutan beracun yang dapat menyebabkan kematian (lethal), dan
non-kematian (sublethal) seperti gangguan pertumbuhan, perilaku dan karakteristik morfologi berbagai
organisme akuatik (Effendi et al, 2012). Logam berat dapat masuk ketubuh organisme perairan melalui
insang, permukaan tubuh, saluran pencernaan, otot dan hati. Logam berat tersebut dapat terakumulasi
dalam tubuh organisme perairan.

Logam berat yang masuk ke dalam tubuh kemudian mengalami absorbsi. Penyerapan logam
dapat terjadi diseluruh saluran pencernaan, tetapi lambung adalah tempat penyerapan yang penting.
Tempat utama untuk penyerapan logam disaluran udara adalah alveoli paru-paru untuk hewan darat dan
insang untuk hewan air. Logam yang diserap akan didistribusikan dengan cepat keseluruh tubuh.
Tingkat distribusi kemasing-masing organ terkait dengan aliran darah, membran sel, dan afinitas
komponen organ terhadap logam. Setelah didistribusikan, logam dapat terakumulasi ditubuh organisme
air. Jika manusia mengkonsumsi organisme air yang mengandung logam berat maka akan memberikan
dampak merugikan bagi kesehatan manusia seperti radang tenggorokan, nyeri kepala, dermatitis, alergi,
anemia, gagal ginjal, pneumonia, dan lain sebagainya.

Pencemaran Air laut karena logam berat akibat limbah industri

Logam berat (timbal, tembaga, kadmium, merkuri, dan krom) memiliki dampak berbahaya bagi
organisme air dan manusia. Oleh karena itu, industri perlu memiliki mekanisme pengolahan limbah
sebelum dibuang ke perairan. Penelitian mengenai dampak paparan logam berat terhadap histopatologis
pada organisme perairan dan kesehatan manusia perlu ditingkatkan. Selain itu, peneliti juga perlu
memperbanyak penelitian mengenai cara penanggulangan pencemaran logam berat di perairan akibat
limbah industi dan rumah tangga.

Salah satu solusi agar kita terhindar dari bahaya logam berat adalah memastikan bahwa air yang kita konsumsi sudah benar benar bersih dan tidak ada zat-zat yang berbahaya bagi tubuh kita. Oleh karena itu, pemantauan kualitas air sangatlah penting dalam mengetahui apakah air yang kita konsumsi layak atau tidak.

Proses Pemantauan Kualitas air akan sangat mudah dengan alat HOBO Fresh Water Conductivity Data Logger U24-001. Data logger ini dapat mengukur dan mencatat konduktivitas dan suhu di sungai, danau, dan sumber air lainnya. Data Logger ini direkomendasikan untuk memantau akuifer untuk intrusi air asin dan limpasan jalan dan pertanian.

alatuji.co.id sebagai Distributor resmi HOBO Data Logger menjual alat pemantauan kuallitas air . Kami sudah dipercaya oleh lebih dari ratusan perusahaan untuk masalah Indoor monitoringoutdoor monitoring ataupun perekaman data lainnya.
Untuk Informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi bagian marketing kami melalui whatsapp di 0813 1066 13580812 9595 7914 dan Email ke eki.alatuji@gmail.comparmin.alatuji@gmail.com.

Produk yang terkait dengan artikel “Pemantauan Kualitas Air Laut Dengan Data Logger” :

Sumber :

http://www.ijil.ui.ac.id/index.php/science/article/viewPDFInterstitial/478/474

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.