SOP penyimpanan vaksin dan manajemen vaksin Covid-19 menjadi hal pertama yang harus diperhatikan sebelum melaksanakan vaksinasi, tujuannya agar vaksin tetap aman, serta suhu yang harus tetap terjaga dengan baik.

Berdasarkan prosedur penyimpanannya, vaksin COVID-19 dibagi menjadi tiga, yaitu vaksin COVID-19 dengan suhu penyimpanan 2-8 °C, vaksin Covid-19 dengan suhu penyimpanan -20 °C (vaksin mRNA, Moderna) dan vaksin Covid-19 dengan suhu penyimpanan -70 °C (vaksin mRNA, Pfizer).

Ruangan penyimpanan ampul Vaksin Sinovac berupa Rantai Dingin (cold chain) yang terdiri dari lemari es dan freezer.

Sementara penggolongan vaksin berdasarkan sensitivitas suhu terdiri dari :

1. Vaksin freeze sensitive / sensitif beku
Vaksin freeze sensitive / sensitif beku adalah golongan vaksin yang akan rusak terhadap suhu dingin di bawah 0 °C. Yang tergolong vaksin sensitif beku adalah: Hepatitis B, DPT, DPT-HB, dan TT.

2. Vaksin heat sensitive / sensitif panas
Vaksin heat sensitive / sensitif panas adalah golongan vaksin yang akan rusak terhadap paparan panas yang berlebihan. Yang tergolong vaksin sensitif panas adalah: BCG, polio dan campak.

Standar Operasional Prosedur (SOP) Vaksin COVID-19

Rantai vaksin adalah seluruh peralatan yang digunakan dalam pengelolaan vaksin sesuai dengan prosedur untuk menjaga vaksin pada suhu yang ditetapkan :

  • 2-8 °C: untuk vaksin yang sensitif terhadap paparan suhu beku, ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung
  • (-15) – (-25) °C: untuk vaksin yang sensitif terhadap paparan suhu panas di mana ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung dari awal produksinya di pabrik pembuatan vaksin sampai dengan pemberian vaksinasi.
  • -70 °C: untuk vaksin COVID-19 yang membutuhkan sarana Ultra Cold Chain (UCC) dan ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Alat transportasi vaksin UCC (berupa kontainer pasif) terdiri dari dua, Arktek yang menggunakan kotak dingin berupa Phase-Change Materials (PCM) dan thermoshipper menggunakan dry ice.

PCM dan dry ice berfungsi untuk mempertahankan suhu dingin.

Pada lokasi yang menjadi pusat penyimpanan UCC (UCC Hub) dibutuhkan sarana, yaitu:

  • Freezer ULT ukuran besar -85 °C (500 sampai dengan 700 liter, kapasitas muatan sampai dengan 25.000 vial).
  • Freezer ULT ukuran kecil -85 °C sebagai cadangan dan menyimpan paket PCM pada -85 °C.

Pada lokasi yang menjadi pusat penyimpanan jarak jauh dibutuhkan sarana yaitu:

  • Freezer UTL -85 °C kecil (masing-masing 70 liter).
  • Alat transportasi vaksin khusus (Arktek) untuk penyimpanan jangka pendek (hingga 5 hari) dengan suhu -70 °C.

Sementara, PCM terdiri dari beberapa jenis yaitu:

1. PCM khusus freezer ULT (-80 °C) untuk UCC
Isi kemasan dengan cairan PCM dan bekukan sebelumnya pada -20 °C. Selesaikan pembekuan pada ULT -85 °C minimal dalam waktu 24 jam. Ini digunakan untuk transportasi dan penyimpanan sementara.

2. Cairan CO2/Dry ice (-78 °C) untuk UCC
Simpan pada suhu -80 °C menggunakan freezer ULT atau kontainer khusus. Ini digunakan untuk transportasi dan penyimpanan sementara.

3. Air/es (0 °C) untuk cold chain tradisional
Isi packs dengan air dan bekukan pada suhu -1 °C. Ini digunakan untuk menjaga vaksin tetap dingin selama transportasi atau selama sesi pelayanan.

SOP Penyimpanan Vaksin pada Suhu 2-8 derajat celcius

1. Ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanan vaksin Covid-19 diatur sedemikian rupa untuk menghindari kesalahan pengambilan, dan karena itu perlu disimpan secara terpisah dalam rak atau keranjang vaksin yang berbeda agar tak tertukar dengan vaksin rutin. Apabila memungkinkan, vaksin COVID-19 disimpan dalam vaccine refrigerator yang berbeda, serta dipisahkan dengan vaksin rutin.

2. Penyimpanan vaksin bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memiliki vaccine refrigerator standar (buka atas sesuai PreKualifikasi WHO), masih dapat memanfaatkan lemari es domestik (kulkas rumah tangga), di mana penataan vaksin dilakukan berdasarkan penggolongan sensitivitas terhadap suhu dan sesuai manajemen vaksin yang efektif.

3. Vaksin tidak boleh diletakkan dekat dengan evaporator.

SOP Penyimpanan Vaksin pada Suhu -20 derajat celcius

1. Ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Penyimpanan vaksin Covid-19 diatur sedemikian rupa untuk menghindari kesalahan pengambilan, dan karena itu perlu disimpan secara terpisah dalam rak atau keranjang vaksin yang berbeda agar tak tertukar dengan vaksin rutin. Jika memungkinkan, vaksin Covid-19 disimpan di freezer atau vaccine refrigerator yang berbeda, dan dipisahkan dengan vaksin rutin.

2. Vaksin dapat bertahan selama 30 hari pada suhu 2-8 derajat celcius.

3. Pada vaccine refrigerator, letakkan vaksin Covid-19 dekat dengan evaporator.

SOP Penyimpanan Vaksin pada Suhu -70 derajat celcius

1. Penyimpanan jenis vaksin COVID-19 ini membutuhkan sarana Ultra Cold Chain (UCC). Ruang penyimpanan harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

2. Sarana UCC yang dimaksud adalah freezer dengan suhu sangat rendah (Ultra Low Temperature, atau ULT) dan alat transportasi vaksin khusus.

3. Alat transportasi vaksin UCC (berupa kontainer pasif) terdiri dari dua yaitu Arktek menggunakan kotak dingin berupa PCM (PhaseChange Materials) dan thermoshipper menggunakan dry ice. PCM dan dry ice berfungsi mempertahankan suhu dingin.

 4. Di lokasi yang menjadi pusat penyimpanan UCC (UCC Hub) dibutuhkan sarana yaitu:

  • Freezer ULT ukuran besar -85 °C (500 sampai dengan 700 liters, kapasitas muatan sampai dengan 25,000 vial).
  • Freezer ULT ukuran kecil -85 °C sebagai cadangan dan menyimpan paket PCM pada -85 ° C.

5. Di lokasi yang menjadi pusat penyimpanan jarak jauh dibutuhkan sarana yaitu:

  • Freezer UTL -85 ° C kecil (masing-masing 70 liter).
  • Alat transportasi vaksin khusus (Arktek) untuk penyimpanan jangka pendek (hingga 5 hari) dengan suhu -70 °C.

6. PCM terdiri dari beberapa jenis yaitu:

PCM khusus freezer ULT (-80 ° C) untuk UCC
Isi kemasan dengan cairan PCM dan bekukan sebelumnya pada -20 ° C. Selesaikan pembekuan pada ULT pada -85 ° C setidaknya selama 24 jam. Digunakan untuk transportasi dan penyimpanan sementara.

Cairan CO2/Dry ice (-78°C) untuk UCC
Simpan pada suhu -80 ° C menggunakan freezer ULT atau kontainer khusus. Digunakan untuk transportasi dan penyimpanan sementara.

Air/es (0°C) untuk cold chain tradisional
Isi packs dengan air dan bekukan pada suhu -1 ° C. Digunakan untuk menjaga vaksin tetap dingin selama transportasi atau selama sesi pelayanan.

7. Petugas harus menggunakan APD berupa cryogenic gloves dalam melakukan penataan dan pengambilan vaksin.

InTemp Bluetooth Low Energy Temperature (with Probe) Data Logger (CX402-xxM)

Proses Pemantauan Suhu ruangan Vaksin akan sangat mudah dengan alat InTemp Bluetooth Low Energy Temperature (with Probe) Data Logger (CX402-xxM). Alat ini dapat memantau suhu di ruangan vaksin secara canggih dan efisien. InTemp Bluetooth Low Energy Temperature (with Probe) Data Logger (CX402-xxM) dapat memantau suhu ruangan vaksin lewat Bluetooth Low Energy yang memudahkan dalam memantau suhu ruangan vaksin dimanapun dan kapanpun anda inginkan.

alatuji.co.id sebagai Distributor resmi HOBO Data Logger menjual alat pemantauan suhu ruangan vaksin, dll. Kami sudah dipercaya oleh lebih dari ratusan perusahaan untuk masalah Indoor monitoring, outdoor monitoring ataupun perekaman data lainnya.
Untuk Informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi bagian marketing kami melalui whatsapp di 0813 1066 13580812 9595 7914 dan Email ke eki.alatuji@gmail.comparmin.alatuji@gmail.com

Produk yang terkait dengan artikel “Suhu Ideal Untuk Ruangan Vaksin” :

Sumber :

https://tirto.id/sop-penyimpanan-vaksin-manajemen-dan-distribusi-vaksin-covid-19-f9fZ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.